Terapi
Antiretroviral (ART)

 

Terapi Antiretroviral (ART)

Perkembangan terapi antiretroviral (ART) selama sepuluh tahun terakhir memberi harapan besar buat kita semua, terutama Odha. Dan peluasannya akses pada ART di Indonesia sejak program pemberian ART dengan subsidi penuh oleh pemerintah diluncurkan pada 2004, semakin banyak Odha mendapatkan ART, dengan hasil mutu hipdupnya lebih baik, dan mereka mengharapkan dapat bertahan hidup seperti orang lain, asal ART dipakai terus-menerus secara patuh.

Namun kepatuhan tinggi yang dibutuhkan agar ART tetap efektif memang tantangan yang luar biasa. Jadi, sebelum kita mulai memakai ART, sangat penting kita mengerti dasarnya ART, bagaimana obat ini bekerja, bagaimana virus kita dapat menjadi kebal atau resistan terhadap obat yang kita pakai, dan apa yang kita dapat melakukan untuk mencegah timbulnya resistansi ini.

Masukkan teks Anda di sini

Biaya produksi untuk obat AIDS lini kedua

Oleh: James Packard Love*, 17 Februari 2007

Untuk obat-obatan yang ditemukan sebelum 1996, dan dibuat atau diimpor sebagai obat generikdi Brasil, pasaran dunia untuk bahan obat aktif (active pharmaceutical ingredients/API )persaingan tinggi. Obat AIDS lini pertama yang paling banyak dipakai adalah rejimen d4T, 3TC, dan nevirapine (NVP) dua kali sehari. Faktor utama penentu harga rejimen ART ini adalah harga API. Jumlah seluruh API yang terkandung dalam kombinasi ini adalah 284.700mg per tahun, atau 0,2847kg per pasien per tahun.

obat

Setelah perundingan harga kami mewakili MSF dengan CIPLA, harga untuk rejimen ini adalah 350 dolar AS pada Januari 2001, dan senantiasa menurun, saat ini harga sudah menurun menjadi serendah 109 dolar AS. Beberapa perusahaan secara diam-diam sudah menyatakan kepada lembaga PBB bahwa harga borongan 70 dolar AS per tahun dimungkinkan, apabila jumlahnya besar dan pendanaannya kuat. Untuk ART jenis ini, satu kg API yang sudah diformulasi dan dikirim di Afrika pada awalnya seharga lebih dari 35.000 dolar AS. Dengan adanya persaingan, harga turun menjadi berkisar 3.900 dolar AS/kg pada 2000, 1.229 dolar AS/kg pada 2001, dan 383 dolar AS/kg pada awal 2007.

Harga 70 dolar AS per tahun per orang untuk masa yang akan datang yang diangaap oleh beberapa produsen untuk rejimen ART ini adalah setara dengan 246 dolar AS/kg API yang sudah diformulasi dan dikirim.

API adalah unsur biaya utama untuk pembuatan obat. Harga API menurun berdasarkan tiga faktor: (1) proses produksi yang lebih baik, (2) ekonomi skala (semakin banyak yang dibuat semakin rendah harga), dan (3) persaingan yang cukup antara beberapa produsen yang efisien. Seluruh faktor ini muncul ketika Brasil sebagai pelanggan besar “membuka pasar” untuk produk generik rejimen ART lini pertama, dengan banyak kandungan API-nya dibuat di India atau Cina. Pembelian oleh Brasil menciptakan ekonomi skala dan dorongan kepada beberapa produsen API. Kemudian efisiensi dan insentif semakin dikembangkan dengan kehadiran mekanisme pendanaan global termasuk Global Fund untuk melawan AIDS, Tuberkulosis dan Malaria (GF-ATM) dan program PEPFAR, AS.

Apa kesan yang diberikan oleh analisis ini sehubungan dengan dinamika harga untuk rejimen “lini kedua”? Di bawah ini kami membandingkan harga per API yang diformulasi dan dikirim. Untukrejimen lini pertama d4T+3TC+NVP (Triomune 40) dengan harga untuk API yang diformulasi dan dikirim untuk Kaletra (lopinavir/ritonavir) dan Atripla (efavirenz/emtricitabine/tenofovir).

Rejimen Kaletra adalah empat tablet lembek yang mengandung 200mg lopinavir dan 50mg ritonavir – 1.000 API per hari, dan 0,365kg per tahun. Atripla yang dipakai sekali sehari adalah 600mg efavirenz, 200mg emtriscitabine dan 300mg tenofovir disofoksil fumarat – 1.100 API per hari, atau 0,4015kg per tahun.

Harga per API yang diformulasi dan dikirim untuk Kaletra dan Atripla saat ini jauh lebih mahal dibandingkan rejimen ART Triomune, terutama karena jumlah pasien yang memakai rejimen lini kedua yang relatif lebih sedikit dan karena ketiadaan persaingan obat generik yang dinamis.

Tetapi, dengan meningkatnya permintaan obat lini kedua dan sebagaimana Atripla diangkat sebagai pilihan terapi lini pertama karena keuntungan terkait kepatuhannya (satu pil, sekali sehari) dan sedikitnya efek samping yang buruk, kita dapat berharap adanya ekonomi skala dan penurunan harga, apabila produsen obat generik diizinkan untuk bersaing, dan untuk bersaing dalam pasar yang secara keseluruhan adalah cukup besar untuk mendorong masuknya dan persaingan dan untuk mewujudkan ekonomi skala bagi produsen obat generik.

Usaha membagi atau membatasi pasar produsen generik akan merusak manfaat dari persaingan yang berpotensi generik dalam hal penurunan harga untuk obat lini kedua.

Harga per API yang diformulasi dan dikirim saat ini jauh lebih tinggi untuk Kaletra dan Atripla dibandingkan rejimen ART Triomune, terutama karena jumlah pasien pemakai terapi lini kedua yang relatif lebih sedikit dan karena ketiadaan persaingan obat generik yang dinamis.

Titik harga Kaletra termasuk harga dari Abbott untuk Thailand sebelum diterbitkannya lisensi kewajiban (berkisar 3.800 dolar AS), harga alternatif generik pada Januari 2007 (berkisar 1.370 dolar AS), dan harga Abbott di Afrika (500 dolar AS). Merck baru saja mengumumkan adanya dua titik harga Atripla untuk negara berkembang.

Masukkan teks Anda di sini

obat2

Usaha membagi atau membatasi pasar produsen generik akan merusak manfaat dari persaingan yang berpotensi generik dalam hal penurunan harga untuk obat lini kedua. Produsen generik harus diberi akses tidak hanya pada negara termiskin yang disubsidi sepenuhnya oleh donor dunia Utara, tetapi juga pada negara-negara yang berpenghasilan agak lebih tinggi sehingga mampu membayar obat dari anggaran kesehatan nasional.

Usaha pemerintahan nasional untuk menawar dengan pemilik paten untuk mendapatkan harga yang lebih murah untuk Kaletra dan Atripla sepertinya tidak seefektif dalam menurunkan harga obat ini dibandingkan pembentukan pasar obat generik sedunia secara besar. Contoh Triomune menggambarkan kemungkinan harga yang lebih murah untuk API yang dikirim, serta juga pentingnya dengan penghematan dinamis, sebagaimana masuknya produsen baru, persaingan dan efisiensi meningkat dengan berjalannya waktu.

* Dengan ucapan terima kasih kepada Brook Baker untuk sarannya yang membantu

Artikel asli:

Manufacturing costs for second line AIDS drugs*